LOGIKA FB ADS, PEMBERDAYAAN ATAU PEMPERDAYAAN? 

[ Facebook Ads tak lagi BERTARING tak lagi BERGIGI ] Di tulis oleh Dedy Fajar 17 September 2017, Malang 

Menarik sekali ulasan berikut ini yang saya dapatkan di FB pak Agus Piranhamas.

Part 1 : Jajanan Murah yang Ada Uangnya
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion, Pemasaran Online, Iklan Di Facebook, Cara Iklan Di Facebook, Iklan Berbayar Di Facebook, Iklan Berbayar Terbaik, Iklan Online Yang Baik, Harga Iklan Di Facebook Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion
Buat apa demikian memuja cara ini, cara beriklan engan Facebook ads, jika hasilnya zonk dan hanya membakar uang untuk kepentingan memberi makan Facebook. Kenapa memberi makan Facebook, iya, tentu, karena Anda membayar alias memberi uang ke Facebook. 
Analoginya linier dengan seseorang miskin, kurus kering kerontang, menyuapkan makanan ke seorang bos berperut gendut dan berlemak. Seseorang yang udah kaya disuapin sepenuhnya oleh mereka yang kelaparan. 
Jika keadaan ini dilukiskan, maka akan terbentuk citra seorang anak penjajah, hidup dalam kekayaan yang bergelimang, makan keju dan kecukupan setiap hari, memakai pakaian bagus-bagus, sementara anak seusianya yang pribumi, harus berkeliling menjajakan jajanan murahan, demi sesuap nasi untuk mengisis sedikit ruang di perutnya yang telah terbiasa menahan lapar dan otaknya yang tak mampu lagi mengingat rasanya tidur dalam keadaan kenyang.
Facebook, memberikan penawaran menarik atas fasilitas iklan. Sesiapapun yang ingin produk/jasanya dikenal orang maka bayarnya ke Facebook. Dan facebook akan menebarkan informasi Anda pada mereka yang sesuai dengan target Anda. 
Apakah target dalam wilayah, usia ataupun kecenderungan masing-masing pribadi. Ini sangat menarik, karena iklan/ informasi yang disampaikan tentu akan menusuk langsung pada mereka yang memang menjadi target iklan. Terlebih jika dikalkulasi, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah daripada pasang iklan di media massa, anggap aja iklan di TV.
Biaya yang murah dan sebaran yang tepat sasaran. Siapa yang tak ingin dan ini memang sangat menggiurkan. 
“Praktis, Facebook mencapai sukses dengan berjualan fitur iklan ini. Dibuktikan, dengan semakin agresifnya facebook “memaksa” para pebisnis untuk menggunakan fasilitas iklan ini. ”
Dulu, facebook profile bisa digunakan untuk jualan, dan aktifitas jualan bisa bebas, baik posting tentang jualan di beranda pribadi hingga posting ke grub-grub jualan. Namun sekarang keadaan berbeda, posting  tentang jualan, bahkan di beranda pribadi, akan dibatasi oleh facebook, jika melebihi batas tertentu akan ada peringatan bahkan blokir. Sekali lagi, ini adalah posting di beranda kita, yang notebene adalah rahasia kita, privasi, sementara facebook membuat aturan demikian, lalu apakah masih berpikir ada privasi di facebook ?  Jika beranda Anda saja diintip sedemikian rupa.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion
Pemaksaan yang kedua, akun-akun facebook jualan, di paksa menjadi fanspage, dengan istilahnya di konfersi ke fans page. Jelas, karena hanya dengan fanspage iklan facebook dapat dijalankan. Sehingga jika akun jualan ini dipaksa dan terpaksa menjadi fanspage, maka berikutnya diantar dan diming-iming untuk pasang iklan. Ini strategi cerdas sebenarnya, tapi usang. Jika didunia nyata, ini persis dengan cara jajanan pasar yang murah dan jauh dari kata sehat itu, memaksa anak-anak kecil membelinya dengan iming-iming ada hadiah uang di dalamnya.
Boom. Sama seperti anak kecil yang kemudian mengerubuti jajanan ber-uang ini. Facebook ads pun menjadi primadona untuk beriklan. Para pengusaha besar hingga online shop berbondong-bondong membakar uangnya untuk menyuapi facebook.
Skema seperti ini menguntungkan para pemasang iklan dan tentunya facebook sendiri. Para pemasang iklan merasakan terjadi kenaikan omset bahkan kenaikan laba hingga berlipat-lipat lebih besar. Anak kecil itu pun betapa bahagianya mendapat uang didalam kemasan jajanan yang ia beli. Ia membeli sebungkus hanya Rp 100 lalu mendapat uang tunai Rp 500. Senang sekali lah hatinya dan riang hidupnya. Dan keberuntungan si anak kecil ini terdengar serta tersebar riuh ke seluruh pelosok desa.
Wajar jika esok harinya, si kecil ini kembali minta uang ke emaknya untuk membeli jajanan yang tadi. Dengan maksud ingin mengulangi kesuksesannya mendapat uang berlipat-lipat. Ia pun berkalkulasi akan mendapat banyak uang dan bisa membeli mainan ketapel dari kayu yang selama ini dia idamkan.

Namun, apa yang dipikirkan si kecil ini, sama dengan pikiran ratusan bocah lainnya yang ingin seberuntung dia. Peluang itupun diperebutkan oleh lebih banyak orang.
Facebook Ads, Iklan Berbayar, Paid Promotion
Lalu, apakah facebook ads sesederhana itu, seperti memperbutkan uang Rp 500 didalam bungkus jajanan. Yang tak ketahuan berapa jumlah peluangnya dan tak ketahuan jumlah konstantanya. Sementara facebook ads memiliki filter untuk pemilihan target market, lalu apakah pemilihan target market tersebut sama halnya dengan peluang di jajanan tadi ?

IAI Internet Marketing Indonesia . Ilyas Afsoh. Tinggal di Semarang. Cp 0821-4150-2649 Telkomsel-WA

Iklan

Tentang ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
Pos ini dipublikasikan di blog trainer motivator dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s