Aku Menikah Lagi

Sebenarnya aku tidak mau menikah lagi, karena aku sudah bersumpah untuk memiliki istri hanya satu. Aku berjanji mengikuti Guruku yang berprofesi Sebagai Motivator Indonesia, “Bahwa Hanya Satu Cinta Sampai Akhir hayat.”

Tetapi apalah dayaku, pria itu datang menawarkan padaku agar aku menikahi adiknya yang masih perawan. Dan kebetulan tawaran itu datang dari sahabat dekatku, aku merasa tidak enak menolak tawaran dari sahabatku padahal aku sendiri sudah beristri dan punya anak.

Maka, Hari pernikahan itupun diselenggarakan, aku memakai baju pengantin, tetapi dalam hatiku aku merasa bahwa aku telah melakukan sebuah kesalahan karena aku menikah lagi tanpa meminta ijin kepada istriku. Aku tahu, bila aku memberitahukan pada istriku hari ini aku akan menikah dengan gadis lain, aku tidak sanggup membayangkan betapa sedih dan kecewanya istriku. Tetapi, sekali lagi, aku harus bagaimana? Aku sudah berjanji pada sahabatku agar aku menikahi adiknya.

Pada hari-H sebelum ijab-kabul dilakukan di pernikahanku yang kedua, aku sudah menunggu di depan penghulu. Namun ada keanehan, karena aku menunggu begitu lama, padahal penghulu dan semua orang sudah berkumpul, justru mempelai wanita-nya tidak juga datang. Usut punya usut, dari beberapa kabar yang aku dengar, ternyata Sang mempelawai wanita yang akan aku nikahi, menolak karena calon suaminya telah beristri.

Sang mempelai wanita, menangis sejadi-jadinya di dalam rumah, bergulung-gulung, berteriak bahwa dia tidak mau menikah dengan pria yang sudah beristri meskipuan pria itu pilihan kakaknya. Aku hanya termangu, terdiam di luar rumah bersama keluarga mempelai wanita dan tetangga. AKu sungguh terdiam, beku dan tidak tahu harus berbuat apa menghadapi kejadian ini, Aku merasa tidak berdaya. Dan aku tersadar akan perkataan wanita tersebut, “lebih baik aku jadi orang gila daripada harus menikah dengan pria yang telah beristri,”.

Benar saja, wanita tersebut keluar rumah tanpa memakai baju, berteriak, menagis, tertawa, berlari ke sana kemari. Aku bahkan sempat melihat kulitnya yang polos tanpa benang, rambut terurai, kulitnya yang bersih penuh dengan arang, bercampur abu dapur dan tanah. Aku menduga sebelum dia keluar rumah dia bergulung-gulung di tanah dan mandi arang bercampur abu dapur. Aku sungguh tak tega melihat semua itu.

Maka aku pun memejamkan mata, menghela nafas panjang. Aku teringat dengan istriku. Istriku maafkan aku. Lama sekali aku pejamkan mata berharap semua kejadian yang aku alami ini berlalu dan aku dapat meinggalkan sebuah upacara pernikahanku yang gagal ini.

Alhamdulillah, Gusti Allah menjawab semua doaku. Seketika aku terlempar dari peristiwa yang aku alami, mendadak aku sudah berada di kamar terbaring di kasur, perlahan-lahan kesadaranku menghampiri bahwa aku ada di Kota Semarang. Sayup-sayup aku dengar suara istriku mamanggilku di ujung pintu kamar. Aku menjawab dengan pelan, sambil menata kesadaran diriku.

Aku hela nafas panjang sambil duduk di ujung kasur. Syukurlah, hanya mimpi. Hanya mimpi bahwa aku menikah lagi. Mimpi yang datang selepas aku bertahajud jam dua pagi. Mimpi yang mengajariku agar aku tidak menikah lagi, ada banyak mudhorot – efek negatif- bila aku menikah lagi. Allah mengajarkanku sebuah simulasi bila aku menikah lagi, sebuah pelajaran penting menata keluarga dengan pondasi cinta kepada ALLAH, Rasul dan menyayangi Keluarga sepenuh hati.

Salam Satu Istri.
ILYAS AFSOH
PENULIS BUKU 21 HARI BERTEMU JODOH
0896.1065.9643

Iklan

Tentang ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
Pos ini dipublikasikan di cerpen dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Aku Menikah Lagi

  1. Hehehe…, mimpi ya, Mas. Saya membaca kata per kata dengan serius. Hmmm, dan memang hikmah dari tulisan ini memang serius.

    Suka

  2. Tatay Sutari berkata:

    kisah mimpi yang banyak arti untuk direnungkan, salam kenal mas ilyas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s