Etika Hidup Bertetangga

Etika yang saya tulis ini bersumber dari kejadian nyata yang saya alami ketika saya hidup di sebuah perumahan baru dengan penghuni yang memiliki latar belakang pekerjaan, pendidikan, daerah asal, agama dan keyakinan yang sangat beragam. Semoga kita mendapat hikmah dari kejadian-kejadian sederhana yang kita alami sebagai pembelajaran dan pendewasaan pribadi.

Pertama : Berbagilah dengan tetangga Anda.
Memang tidak ada aturan baku bahwa sebagai penghuni baru, atau keluarga baru yang datang di suatu komunitas yang sudah terbentuk berkewajiban mengirim nasi kotak sebagai perkenalan kepada tetangga kanan-kiri-depan-belakang. Ini hanya sebuah saran yang sangat baik bahwa siapapun yang mengawali interaksi dengan tetangga dengan kebaikan maka balasannya juga kebaikan.

Anda tidak perlu memaksakan diri, apabila tidak mampu mengantar nasi kotak atau roti kotak untuk para tetangga Anda, bila memang secara fiansial Anda tidak mampu. Tetapi secara logika, biasanya orang yang membeli rumah baru di perumahan hendaknya juga menganggarkan dana untuk berbagi “perkenalan” dengan tetangga sebagai salah satu cara mempererat silaturahim.

Andaipun, ketika memasuki pertama kali di sebuah perumahan dan Anda sedang banyak kebutuhan maka Anda dapat mengagendakan berbagi di kesempatan yang lain, misalnya hari weton Anak Anda – dan ANda mengatakan ini syukuran “bancakan Anak Anda“.

Berbagi di kesempatan yang lain yaitu ketika Anda baru pulang kampung, atau baru bepergian maka tidak ada salahnya Anda memberikan oleh-oleh kepada tetangga kanan-kiri Anda.

Cara berbagi lainnya : mengundang tetangga dalam acara selamatan memasuki rumah dengan membuat tumpeng dan jajanan pasar, di malam tertentu yang diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan makan bersama.

.

Etika Kedua : Mintalah Ijin Tetangga Anda.
Entah Anda mau membangun tembok rumah ANda sendiri, membetulkan talang, genting, mengecat rumah, memasang kanopi, pasang pagar, atau punya hajatan, maka sebaiknya Anda meminta ijin kepada tetangga Anda, misalnya, “maaf, bila nanti ada sedikit keributan karena di rumah saya ada acara ……,” Tujuan meminta ijin merupakan sebuah penghargaan Anda terhadap tetangga Anda. Jagalah perasaan Tetangga Anda.

Bahkan ketika Anda dan sekeluarga hendak pergi dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya Anda pamit kepada tetangga Anda, menitipkan kunci rumah, dan berbincang bahwa Anda hendak liburan misalnya.

Perlu diingat bahwa tetangga kita merupakan saudara kita. Karena apapun yang Anda alami atau apapun yang dialami tetangga Anda : orang-orang di kanan dan di kiri rumahlah yang siap membantu. Maka berbuat baik kepada tetangga sungguh sebuah nasehat yang sangat dahsyat.

Tulisan ini bersambung,
Masih banyak etika hidup bertetangga yang belum saya tuliskan di artikel ini.

Salam Keajaiban Hidup
ILYAS AFSOH
0896.1065.9643
Trainer Motivator Indonesia

Iklan

Tentang ILYAS AFSOH

SURABAYA NLP HIPNOTIS HIPNOTERAPI PUBLIC SPEAKING MOTIVATOR INTERNET MARKETING COACH
Pos ini dipublikasikan di KELUARGA dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s